
UNDANGAN TERBUKA
Dear All,
Dear Rezpector Se-Indonesia,
Setelah melahirkan dan membesarkan buku HBDM, Hidup Berawal Dari Mimpi, sekitar dua tahun lalu, kami mengerti bahwa kerja belum selesai. Sama sekali belum. Masih banyak yang harus dilakukan dalam kerja besar memberi inspirasi bagi generasi muda bangsa ini. Tapi kami senang sudah memulainya.
Kami senang buku itu diterima dengan baik dan tanpa diduga mampu menginspirasi—bahkan mengubah hidup—banyak pembacanya. Ada banyak cerita para pembaca HBDM yang membuat kami terharu. Salah satunya seorang anak yang memutuskan untuk “berdamai” dengan kedua orangtuanya setelah bertahun-tahun “tak akur”. Kami tak menyangka bahwa dia, setelah membaca HBDM, memutuskan untuk berbicara kepada kedua orangtuanya, meminta maaf, berpelukan, menangis bersama, dan meruntuhkan segala benteng kesalahpahaman yang bertahun-tahun terus dibangun dan dipertahankan dengan ego masing-masing. Juga banyak cerita hebat lainnya yang membuat kami yakin bahwa kami harus meneruskan sesuatu yang sudah kami mulai…
Maka awal tahun 2013, dengan penuh kebanggaan kami persembahkan sebuah karya kolaborasi kedua: TAK SEMPURNA. Sebuah novel yang bercerita ihwal gelap-terang dunia pendidikan kita. Seperti terhadap HBDM, kami memperlakukan novel Tak Sempurna bukan sekadar sebuah buku--yang dijual untuk kelak dibaca dan dilupakan. Ia adalah kami, gagasan dan perasaan kami, yang menyamar dalam bentuk sebundel kertas dan menyelinap ke ruang-ruang baca banyak orang untuk menanamkan prinsip-prinsip yang kami yakini: kebaikan, perubahan, inspirasi, dan pencerahan.
Kini, kami mengundang siapapun kalian, termasuk Rezpector di seluruh Indonesia, untuk bersama-sama hadir dan memberi restu atas kelahiran karya kolaborasi kami yang kedua. Kami mengundang Anda semua untuk hadir dalam acara peluncuran novel Tak Sempurna yang akan diselenggarakan pada:
Waktu: 22 Maret 2013
Tempat: Function Room Gramedia Matraman Jakarta
Jam: 19.00 WIB s/d selesai
Tentu kami akan senang jika kita bisa bertemu dalam acara itu. Jika pertemuan kita kelak merupakan doa dan dukungan yang dirayakan, kita akan merayakannya dengan penuh sukacita. Sampai bertemu. Segera!
Salam baik,
FAHD DJIBRAN, BONDAN PRAKOSO & FADE2BLACK

bondanfade2black - Bondan Prakoso & Fade2black akan tampil di acara Channel [V] yang berjudul SoundCheck.
Menurut
Bondan, ini adalah kesempatan baik bagi musisi Indonesia untuk
memperkenalkan musik Indonesia melalui acara yang akan tayang di Asia
Tenggara, Hong Kong, dan beberapa negara Asia.
Bagi Bondan, keputusan untuk membuat segmen musik Indonesia adalah tepat karena Indonesia punya banyak musisi yang berkualitas.
Soundchek
adalah program musik yang diproduksi oleh FOX International Channel
(FIC) Indonesia. Program ini akan tayang perdana 3 November mendatang
pukul 19.30.
Acara ini mengangkat perjalanan karir para musisi. Di sesi terakhir, musisi akan membawakan lagu mereka secara live.
Fade2black
mengaku lagu-lagu yang mereka bawakan dalam acara ini adalah pilihan
mereka sendiri. Bagi mereka, yang terpenting mereka tidak tampil lipsync
dalam acara itu sehingga dapat menampilkan kemampu bermusik mereka.
Dalam
enam episode perdana, SoundCheck akan menampilkan Bondan Prakoso &
Fade2black, Raisa, RAN, Nidji, Afgan, dan Gugun and The Blues Shelter.
"Mereka
musisi muda, dinamis, mewakili dunia musik Indonesia hari ini dan
lintas genre," kata Ryan Gomes, Head of Content & Communication FIC
Indonesia.
Gugun, vokalis Gugun and The Blues Shelter juga mengapresiasi acara tersebut.
"Terima kasih menampilkan musik yang di Indonesia sendiri jarang tampil di tv," katanya.
Melalui acara seperti ini, Bondan berharap musik Indonesia lebih dikenal.
"Supaya mengenal Indonesia bukan musik melayu aja atau pop dangdut. Tapi juga ada Gugun (and The Blues Shelter) dan Fade2black," katanya saat jumpa media peluncuran acara ini.

bondanfade2black.com - Selasa, 9 Oktober 2012, diminggunya yang ke-59, Bondan Prakoso & Fade2Black akhirnya bisa bertengger di posisi 10 besar dari 50 urutan dunia di Billboard Uncharted list, billboard.com. Setelah minggu lalu berada di posisi 21, mereka melesat di posisi 9 untuk minggu ini.
"Ini merupakan loncatan besar dan pencapaian yang luar biasa untuk kita." ujar Tito yang juga merupakan admin dari situs www.bondanfade2black.com dan jejaring sosial facebook Bondan & Fade2Black. "Kita juga sangat berterima kasih kepada para Rezpector dan para partisipan jejaring sosial kita yang ngga bosen-bosen ngasih respon ke kita..", tambahnya dengan senyum.
Billboard Uncharted sendiri adalah daftar urutan yang dipersembahkan oleh Billboard untuk musisi yang baru muncul atau sedang berkembang di negara atau regional masing-masing. Mereka adalah seniman yang menancapkan prestasi mereka dengan cara lain selain dari penjualan mainstream - mereka membangun fanbase dengan berbagi musik mereka melalui media sosial dan media online lainnya, dan mengumpulkan fans yang akan membantu mendorong karir mereka ke tingkat berikutnya . Para musisi yang masuk peringkat ini ditentukan oleh Heat Score - formula yang menggabungkan streaming mingguan, tampilan halaman dan penggemar menurut MySpace Music serta sumber dilacak oleh aggregator secara online Next Big Sound, termasuk YouTube, Facebook, Twitter, Last.fm dan lainnya.
Urutan posisi Billboard Uncharted bisa dilihat Disini.

bondanfade2black.com - Sejak 12 Juni 2012, lagu-lagu dari album teranyar Bondan Prakoso & Fade2Black berjudul "Respect & Unity For All" sudah dapat diunduh melalui situs musik berbayar iTunes.
Hal ini merupakan langkah maju bagi penikmat musik yang sebagian besar memang membutuhkan kenyamanan dalam mendengar musik dan memilikinya dengan kualitas CD melalui internet.
Sayangnya, ketersediaan layanan ini hanya mencakup wilayah Malaysia saja.
Berikut adalah link untuk mengunduh album terbaru Bondan Prakoso & Fade2Black, "Respect & Unity For All":
http://itunes.apple.com/my/album/respect-unity-for-all/id533407551

bondanfade2black.com - Selama September ini Bondan & Fade2Black akan men-SABOTASE siaran di I Radio.
Semua personel Bondan & Fade2Black akan menjadi penyiar di I Radio setiap Selasa pukul 20.00 - 22.00 WIB untuk wilayah Jakarta selama satu bulan.
Bondan & Fade2Black juga akan memberikan bahasan yang berbeda di setiap kalinya, diantaranya bahasan tentang Respect di minggu pertama, Unity untuk minggu ke 2, For all untuk minggu ke 3, dan Respect & Unity, For All untuk minggu ke 4.
Tidak hanya itu mereka (Bondan & Fade2Black) akan membahas pula tentang perjalanan kariernya selama berkecimpung di industri musik tanah air.
Masing-masing personel Bondan & Fade2Black juga akan sedikit memberikan Coaching Clinic untuk I-Listeners (Pendengar I Radio) dan Rezpector (Panggilan penggemar Bondan & Fade2Black ), diantaranya Bondan akan memberikan teknik bermain Bass, Tito memberikan sedikit teknik Beatbox, dan begitu pula dengan personel lainnya.
Saat ditanyai mengenai apakah diantaranya mereka ada yang pernah menjadi penyiar sebelumnya, Bondan mengatakan untuk personal "pernah tetapi jika untuk durasi lama belum".
"Durasinya cukup lama sekitar 2 jam-an ya," ungkap Bondan tentang waktu siaran Bondan & Fade2Black di I-Radio, dalam jumpa pers di gedung Sarinah, Selasa (04/9) kemarin.
bondanfade2black.com - Setelah beberapa band menyabotase radio I-Radio, kini giliran Bondan Prakoso & Fade2Black (baca: BF2B) ikutan dalam acara Sabotase I-Radio. BF2B dipercaya untuk siaran di I-Radio pada bulan September 2012. Mereka akan siaran setiap hari Selasa mulai pukul 20.00 - 22.00 WIB.
Band yang fenomenal dengan mengusung berbagai aliran musik yang dicampur elemen rap ini rencananya akan berbagi cerita soal perjalanan karier mereka kepada para pendengar I-Radio, khususnya Rezpector, dalam program acara tersebut.
"ini kesempatan bagus buat kita untuk bisa mengedukasi pendengar radio Indonesia lebih luas lagi, terutama untuk pendengar I-Radio dan lebih khususnya para Rezpector," ujar Bondan Prakoso saat diwawancara.
BF2B rencananya akan melakukan siaran perdana mulai besok malam, Selasa (4/9). Keempat personil yang baru saja merilis album terbarunya yang bertajuk Respect & Unity For All itu berkesempatan untuk chit-chat soal latar belakang mereka bermusik sampai misi dan visi mereka dalam karya-karya yang selalu memotivasi.
Program Sabotase I-Radio bersama Bondan Prakoso & fade2Black akan direlay I-Radio 89.6 FM Jakarta ke berbagai radio di beberapa kota besar, seperti 105.1 FM I-Radio Bandung, 88.7 I-Radio Jogja, 98.3 FM I-Radio Medan, dan 96.0 I-Radio Makassar.

Kau yang di sana
Yang berjiwa lemah
Mendekat padaku
Raih tanganku
Karena ‘ku di sini
Pantang menyerah
Bersatu kita kuat
Bersama kita hebat
... dan tak terkalahkan!
Pagi 23 Agustus 2012, saya duduk di samping jendela di ruangan tempat saya menulis. Matahari pukul sembilan telah lama menguapkan embun di daun-daun. Angin berembus perlahan, ranting-ranting bergoyang, suara burung berkicau dari kejauhan. Saya menatap kertas digital kosong di layar monitor komputer saya, masih dengan sebuah pertanyaan: Apa yang telah, sedang, dan akan saya kontribusikan bagi generasi saya?
Saya teringat cerita Wak Enur ketika saya dan keluarga mudik lebaran ke Cianjur empat hari yang lalu, 19 Agustus 2012. “Di dieu mah barudak ngangora teh geus teu bisa diharepkeun. Pagawean ngan marabok, ulin, momotoran, garelut. Nu awéwéna ge sarua, barobogohanna geus teu inget kana agama.” Di kampung tempat tinggal nenek saya itu, demikian Wak Enur bercerita, anak-anak muda sudah tak bisa lagi diharapkan—apalagi dibanggakan. Kerja mereka hanya mabuk-mabukan, main-main, bermotor, berkelahi. Perempuan-perempuan juga sama saja, gaya berpacaran mereka sudah tak mempedulikan (batas-batas) agama.
Kekhawatiran Wak Enur sebagai seorang individu mungkin agak berlebihan. Tentu tak semua anak muda di kampung itu bejat dan tak bisa diharapkan masa depannya. Tetapi bagi Wak Enur yang tinggal di desa itu selama berpuluh-puluh tahun, juga barangkali sebagai seorang ibu, ia tengah melihat sesuatu yang salah pada generasi muda di kampungnya. Wak Enur tidak berpendidikan tinggi, dia tentu tak mengerti apa-apa tentang konspirasi di balik skenario politik-ekonomi global yang melakukan penjajahan baru dalam bentuk makanan, pakaian, dan hiburan (food, fashion, fun) yang sebenarnya merupakan upaya pemiskinan karakter generasi muda di ngara-negara miskin dan berkembang. Dia hanya mengerti hal-hal sederhana: Ada yang salah dari generasi muda yang dilihatnya di kampung halamannya di Cianjur. Ada yang salah, itu saja.
Apa yang salah? Saya tidak tahu persis. Tetapi apa yang terjadi di kampung nenek saya di Cianjur bukanlah fenomena tunggal dan terpisah. Saya melihat hal yang sama di tempat-tempat lain di hampir seluruh penjuru Indonesia. Berita tawuran di malam takbiran di Kota Medan, misalnya, jelas menunjukkan bahwa memang ada sesuatu yang salah dalam cara berpikir dan bertindak sebagian generasi muda kita. Bukankah budaya ‘takbiran’ hadir sebagai bentuk luapan ekstase religiusitas masyarakat kita dalam menggaungkan keagungan Tuhan yang telah mengantarkan umat Muslim ke gerbang kemenangan Idul Fitri setelah satu bulan berpuasa?
Dan apa yang terjadi di Kabupaten Tangerang, pada malam takbiran, jelas membuat kita tak habis pikir dan mengurut dada: Di malam kudus menjelang kefitrian, seorang siswi SMA direnggut kesuciannya oleh temannya sendiri. Belum cukup? Pada malam yang sama, sebuah granat meledak di Pospam Gladak, pos pengamanan lebaran, di Kota Surakarta. Tentang semua kekacauan ini, rasanya tak cukup lagi bagi kita sekadar menggelengkan kepala atau mengurut dada: Jelas ada yang benar-benar salah dengan generasi ini... Maka sudah saatnya kita melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.
Saya kembali menatap kertas digital di layar monitor saya, barisan kata-kata yang berpangkal pada satu pertanyaan sederhana yang sekian lama bercokol di kepala: Apa sesungguhnya yang telah, sedang, dan akan saya kontribusikan bagi generasi saya?
Belum genap seminggu kita merayakan 67 tahun kemerdekaan bangsa ini sejak dideklarasikan anak-anak muda hebat pada tanggal 17 Agustus 1945, saya merasa kini kita sedang dipaksa menyaksikan tragedi sebuah bangsa yang galau tentang identitas dan masa depannya sendiri. Pada 67 tahun usia kemerdekaannya, saya pikir kita musti khawatir melihat dan memiliki generasi muda dengan jiwa-jiwa yang lemah: Generasi yang menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk memikirkan kesenangannya sendiri.
Lalu, apa yang bisa saya lakukan untuk generasi ini? Saya tidak tahu banyak. Tetapi hari ini, sehari setelah usia saya genap 26 tahun, saya ingin kembali meneguhkan langkah saya untuk berbuat sesuatu bagi generasi saya. Sesuatu yang mungkin kecil, tetapi saya yakini akan menemukan energinya yang lain dari persinggungannya dengan upaya anak-anak muda lain yang ingin berbuat sesuatu bagi generasinya—bangsanya. Barangkali saya akan terus menulis, mengabadikan dan menularkan gagasan-gagasan saya, seraya berharap ia tak akan menjadi sia-sia di gelanggang sejarah. Saya akan terus berkarya dengan rasa percaya bahwa di luar sana ada anak-anak muda lain yang melakukan hal-hal hebat untuk menjadi kendali generasi. Saya percaya bahwa suatu saat semua ini akan bersenyawa dan bersatu menghasilkan sesuatu—mengubah sesuatu!
Bergerak, beranjak, merapat, melesat...
Angkat semangatmu kawan,
Kita dibarisan depan,
Satukan tekad.. kita tak terkalahkan!
Satukan langkah.. kita tak terkalahkan!
Pada halaman kedua catatan sederhana yang sedang saya selesaikan ini, entakan musik dan cengkraman lirik dahsyat Tak Terkalahkan dari Bondan Prakoso & Fade2Black terus menggerakkan pikiran dan memompa adrenalin saya. Mengingat kiprah dan semangat teman-teman saya ini, harapan tiba-tiba muncul bagai cahaya benderang yang sedikit mengobati kekhawatiran saya: Selalu ada anak-anak muda yang bekerja keras untuk memperbaiki dan memajukan generasinya. Tujuh tahun sudah mereka berkarya dalam project BF2B. Ya, tepat tujuh tahun sejak 20 Agustus 2005. Saya bangga mengenal masing-masing mereka: Bondan, Tito, Eza, dan Arie. Anak-anak muda hebat yang penuh semangat terus berkarya dan memberikan sesuatu bagi generasinya. Saya berbahagia pernah bersama-sama mereka mengerjakan buku Hidup Berawal Dari Mimpi: Sebuah upaya menularkan virus optimisme agar anak-anak muda tak menjadi generasi yang lemah.
Jadi, apa sesungguhnya yang telah, sedang, dan akan saya kontribusikan bagi generasi saya? Mungkin saya harus kembali fokus dan optimis menjalankan hal-hal kecil yang saya lakukan. Saya percaya, sesederhna apapun efeknya bagi generasi saya, jika saya melakukannya secara konsisten dan kontinu, ia akan menemukan takdirnya sendiri yang mustahil sia-sia. Saya harus belajar pada para Rezpector, organisasi massa yang pertama kali dibentuk karena minat yang sama untuk mengapresiasi karya-karya Bondan Prakoso & Fade2Black, sejak terbentuk pertama kali pada 23 Agustus 2005, kini telah menjelma sebuah organisasi yang dihuni anak-anak muda hebat yang terus melakukan kebaikan-kebaikan bagi generasinya. Tujuh tahun tentu bukan waktu yang sebentar, tetapi saya percaya para Rezpector tak akan berhenti di angka keberuntungan ini...
Sebentar lagi saya akan menyelesaikan tulisan ini. Matahari sudah mulai tinggi, daun-daun bermandikan cahaya. Saya bersyukur bulan ini saya mendapatkan banyak pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang saya alami: Semua yang membuat saya kembali meneguhkan cita-cita dan memantapkan langkah ikhtiar saya.
... Selamat ulang tahun untuk diri saya sendiri. Selamat ulang tahun untuk Bondan Prakoso & Fade2Black. Selamat ulang tahun untuk para Rezpector. Selamat ulang tahun untuk seluruh bangsa Indonesia. Semoga mata hati kita terus terbuka. Semoga kesadaran senantiasa bagai langkah-langkah rendah hati yang membumi. Semoga kesabaran selalu setia bercahaya bagai matahari. Dan semoga keberanian selalu menjadi cakrawala yang mengawal derap langkah seluruh perjuangan kita melaksanakan kata-kata. Menjadi apapun, sebagai siapapun, berkarya dalam bidang apapun: Semoga kita semua selalu menjadi generasi yang “tak terkalahkan”!
Kau yang di sana
Yang berjiwa lemah
Mendekat padaku
Raih tanganku
Karena ‘ku di sini
Pantang menyerah
Bersatu kita kuat
Bersama kita hebat
... dan tak terkalahkan!
Jakarta, 23 Agustus 2012
FAHD DJIBRAN
Diambil dari: http://www.fahdisme.com/2012/08/generasi.html

bondanfade2black.com - SURABAYA, Ditengah-tengah jadwal promo dalam memperkenalkan single teranyar mereka, "Tak Terkalahkan", di awal bulan February 2012 lalu, Bondan Prakoso & Fade2Black (baca: BF2B) berkesempatan untuk singgah ke salah satu radio ternama di kota Surabaya, yaitu Gen FM Surabaya.
Di sela-sela akhir interviewnya, BF2B ditodong untuk menyanyikan single teranyar mereka, "Tak Terkalahkan" yang nantinya akan dimasukkan ke salah satu program musik radio tersebut. Namun yang jadi menariknya, kali ini mereka (baca: Bondan & Fade2Black) harus menyanyikannya dalam versi Bahasa Jawa. Ini adalah tentu sesuatu yang baru bagi BF2B.
Permintaan dari pihak radio ini ditanggapi serius oleh mereka. Dengan peralatan musik akustik 'seadanya' dan tentu dengan lirik yang sebelumnya sudah digubah oleh team kreatif radio tersebut, sebelum memulai rekaman, Bondan Prakoso yang didapuk untuk menyanyikannya, menyimak dan mempelajari tiap-tiap bait reffrain lagu itu dengan seksama. Personil Fade2Black, mulai bersiap-siap mendampingi Bondan bernyanyi, Santoz bermain Cajon, Lezano pada tambourine dan Titz Gomez pada backing vokal.
"Kebetulan gue orang Jawa (baca: berdarah Jawa), sedikit-sedikit gue paham potong-potongan baitnya, " ujar Bondan dengan sedikit tawa. Meski beberapa kali lidah sang vokalis sempat terbelit oleh beberapa ucapan lirik tersebut, namun keseluruhan karya kreatif spontan ini mampu berjalan dengan seru.
Simak videonya berikut:
Simak juga video official Bondan Prakoso & Fade2Black yang lain DISINI (*available via Desktop/PC)

bondanfade2black.com- Jakarta - Siang itu, Rabu 27 Juni 2012, Pak Raden mempunyai banyak kegiatan, salah satunya beliau akan menerima "cinta" dari seluruh Rezpector Indonesia. Sebelum Pak Raden datang memenuhi undangan Bondan Prakoso & Fade2Black (baca: BF2B), siang itu beliau ada acara di salah satu stasiun TV swasta. Beliau berpesan agar memaklumi jikalau nanti akan datang sedikit telat ke acara penyerahan dana "Ngamen untuk Pak Raden" yang menjadi salah satu bagian dari acara peluncuran album ke-4 Bondan Prakoso & Fade2Black yang bertajuk "Respect Di Lapangan". Sekedar info, album ke-4 BF2B sendiri bertajuk "Respect & Unity For All" dengan single perdana mereka yang berjudul "Tak Terkalahkan".
"Ngamen untuk Pak Raden" ini adalah sebuah gerakan sosial yang digagas oleh para Rezpector yang merasa tergugah hatinya untuk membantu Pak Raden yang sedang terbelit masalah hak cipta Si Unyil. Gerakan sosial ini murni karena mereka (Rezpector) merasa bahwa Pak Raden sebagai seniman yang banyak memberikan pelajaran dan inspirasi kepada anak-anak telah diperlakukan seenaknya oleh orang-orang yang ingin menguntungkan diri sendiri.
BF2B sendiri tidak pernah meminta dan mengajak Rezpector untuk "bergerak" dan mengumpulkan dana. Seperti yang kita ketahui bersama, sejak tersiar kabar bahwa Pak Raden sedang dilanda masalah, BF2B merasa perlu memberikan support kepadanya. Dan pada saat itu, BF2B mendatangi rumah Pak Raden dan menyatakan akan memberikan dukungan penuh atas perjuangan beliau untuk mendapatkan kembali hak cipta Si Unyil. Mungkin, karena hal inilah yang memicu Rezpector untuk turut serta membantu Pak Raden mengikuti jejak BF2B yang senantiasa support atas perjuangan Pak Raden.
Dana "Ngamen untuk Pak Raden" ini dikumpulkan di Rezpector Pusat yang berbasis di Jakarta. Total dana yang telah dikumpulkan kawan-kawan Rezpector sebesar 6juta rupiah adalah hasil usaha yang mereka lakukan dengan cara mengamen dan beberapa diantaranya juga adalah hasil swadaya para Rezpector sendiri dari berbagai korwil seluruh Indonesia. Dana yang berhasil mereka kumpulkan ini disetorkan kepada rekening Rezpector Pusat untuk nantinya dihitung total jumlahnya. Setelah terkumpul semua, dana ini nantinya akan diserahkan oleh pihak Rezpector Pusat kepada BF2B yang akan diteruskan kembali kepada pihak Pak Raden. Alhamdulillah-nya saat BF2B menyerahkan dana ini, perwakilan Rezpector dari beberapa kota bisa ikut menyaksikan penyerahan ini langsung di depan mata mereka yang juga diliput oleh beberapa kawan media.
Sekitar pukul 16.00 lebih, sore itu Pak Raden datang ke Pro Arena futsal di bilangan Pondok Indah memenuhi undangan BF2B untuk hadir dalam acara penyerahan dana "Ngamen untuk Pak Raden" Beliau mengenakan baju kebesarannya yang berwarna coklat. Di tangannya yang terlihat garis-garis keriput menandakan usianya yang tidak lagi muda tergenggam sebuah tongkat. Pak Raden dengan kumisnya yang khas datang menggunakan kursi roda. "Saya sudah lama mengidap encok, jadi akan lebih mudah kemana-kemana bila menggunakan kursi ini" ujar PakRaden dengan logat Jawanya yg kental. Melihat Pak Raden datang dengan senang hati ke acara launching album mereka, BF2B langsung menyambutnya dengan mencium tangan salah satu inspirator anak-anak ini. "Pak raden apa kabar?" Bondan langsung menanyakan keadaan Pak Raden. "Alhamdulillah baik. Banyak sekali orang disini? Sedang ada apa ini?" jawab beliau.
Kemudian Bondan mewakili teman-teman lainnya menjawab bahwa saat ini Pak Raden sedang ada di dalam acara launcing album terbaru mereka dan salah satu poin acaranya adalah penyerahan dana "Ngamen untuk Pak Raden" yang dilaksanakan oleh dan dari Rezpector seluruh Indonesia. Mendengar ini, mata Pak Raden berkaca-kaca. Beliau berkata, "saya malu, sudah setua ini masih saja merepotkan yang muda." Bondan berkata, "Tidak apa-apa Pak Raden. Ini adalah murni keinginan kami semua. Saya dan teman Fade2Black hanya perantara, dimana sebenarnya Rezpector-lah yang berkeinginan untuk membantu bapak. Lagi pula sudah sewajarnya kalo kami yang dulu ini selalu diajarkan dan dibantu oleh Bapak sedari kecil, gantian sekarang kami yang membantu yang tua" ujar Lezano dengan senyum.
Rezpector dimana pun mereka berada, tidak hanya sebuah fans club band tertentu yang hanya menghabiskan waktu dengan berfoto ria atau sekedar bersenang-senang. Dengan program "Ngamen untuk Pak Raden" dan beberapa program lokal masing-masing daerah, Rezpector telah membuktikan bahwa mereka adalah sebuah wadah berorganisasi yang mampu berkarya untuk orang lain, menghargai orang lain, mencintai orang lain dan bermanfaat bagi orang lain. Yang patut diberikan penghargaan sebesar-besarnya sebenarnya bukan Bondan Prakoso & Fade2Black, tapi cara bersikap fans-fans loyal mereka yang bernama Rezpector ini.
RESPECT!!!!!!!!

bondanfade2black.com - Bintang Real Madrid, Xabi Alonso, akan meramaikan program “Dua Kelinci Indonesia Mengoper Bola 2012” pada Minggu (8/7/2012) mendatang di Jakarta. Program ini mengambil tema ‘Loves, Lives, Real Soccer to Become a Champion’.
Sebelum dipentaskan di Jakarta, program “Dua Kelinci Indonesia Mengoper Bola 2012” telah digelar di tiga kota besar di Indonesia, yakni Surabaya (3 Juni 2012), Semarang (10 Juni 2012) dan Bandung (24 Juni 2012). Para pemain nasional turut menyemarakkan acara ini, seperti Hamka Hamzah, Firman Utina, Ponaryo Astaman dan Kim Kurniawan.
Acara puncak yang rencananya akan digelar di Silang Barat Daya Monas Jakarta pada hari Minggu, 8 Juli 2012 ini akan juga menghadirkan performance dari Bondan Prakoso & Fade2Black. "Kita senang bisa jadi bagian sejarah sepak bola di Indonesia. Apalagi bisa menyaksikan langsung salah satu pemain nasional negara pemenang piala Eropa (baca: Spanyol) mengoper bola, Xabi Alonso," ujar Titz Gomez dengan senyum. Xabi Alonso Olano lahir di Tolosa, Spanyol, 25 November 1981. Xabi Alonso merupakan mantan pemain Liverpool dan Real Sociedad yang juga masih aktif sebagai pemain inti tim nasional negara yang baru saja menyabet gelar juara Piala Eropa 2012, yaitu Spanyol.
"Kita bisa banyak belajar dari para pemain profesional seperti Xabi. Selain dari permainannya, kita juga bisa mencontoh cara mereka memperlihatkan respect di lapangan terhadap lawan mainnya. Mari kita perlihatkan dunia kalau INDONESIA TAK TERKALAHKAN! " tambah Bondan Prakoso.
Dua Kelinci berharap dengan program Indonesia Mengoper Bola ini, rasa cinta dan demam bola di Indonesia semakin meningkat. Sejalan dengan kampanye IMB “Love, Lives, Real Soccer to become a Champion”.
Selamat Datang Xabi Alonso !

JAKARTA - Sesaat setelah Sang Pemandu Acara mempersilahkan para awak
media dan Rezpector untuk menuju lapangan futsal berumput sintetis yang
tepat berada dekat pintu masuk Pro Arena Futsal yang terletak di kawasan
Pondok Indah Jakarta, tampak satu persatu anggota dari team futsal
Bondan Prakoso & Fade2Black (baca: BF2B) masuk ke dalam lapangan
setelah nama mereka masing-masing disebut.
Team yang
beranggotakan Kiki, Donny, SantozAriego, Lezano, Titz Gomez dan Bondan
Prakoso itu tampil dengan seragam lengkap futsal dengan kaos putih
berlogo RUFA, celana pendek hitam dan bersepatu futsal lengkap dengan
kaos kaki putih panjang.
Meski suhu ruangan yang beratapkan seng
layaknya sebuah hanggar pesawat terbang itu cukup panas karena seharian
disinari terik matahari Jakarta, hal tersebut tidak menyurutkan
antusias para Rezpector sore itu untuk menyaksikan pertandingan akbar
abad ini. Tidak lama kemudian muncul team All Star Futsal Indonesia.
Tapi tampaknya tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya tentang
gambaran sebuah team futsal hebat yang sesuai dengan namanya, yang
memasuki arena pertandingan hanyalah enam orang berpenampilan seperti
badut dengan karakter berbeda-beda.
Satu dari mereka ada yang
berpakaian jas lengkap dengan dasi, membawa laptop dan amplop-amplop
yang berjejalan di semua kantong, ada perempuan penggoda yang genit,
badut keliling yang suka mengolok-olok, seorang anak punk yang menenteng
cukulele (baca: gitar kecil), sesosok pocong penasaran dan seorang
pemain bola profesional berkostum merah putih.
Wasit pun meniup
peluit awal dimulainya pertandingan. Team BF2B unggul 2-1 di menit-menit
awal melalui sontekan Titz Gomez dan Bondan Prakoso yang menyumbang gol
kedua. Tak lama kemudian, seorang pemain dengan berpakaian jas mulai
mengeluarkan amplop dan diselipkan ke kantong sang wasit setelah
tendangan ke gawang olehnya yang seharusnya tidak sah pun dianggap resmi
oleh wasit. Perlahan-lahan pertandingan pun mulai memanas dan skor team
All Star pun bertambah. Ada sang wanita penggoda yang mampu menaklukan
hati Donny, sang kiper BF2B, dengan pesona liarnya, sehingga dengan
mudahnya dia mencetak gol. Kemudian anak punk yang dengan rusuhnya
menggiring bola dengan mengibas-ngibaskan gitar kecilnya, sehingga team
BF2B pun tidak mampu membendung serangan. Sang badut yang selalu senang
bercanda dan mengolok-olok team BF2B untuk menjatuhkan mental bertanding
mereka, ada juga sosok pemain profesional yang dengan hebatnya
mengacak-acak pertahanan lawan. Sosok pocong yang selalu tiba-tiba
muncul di depan gawang. Namun, hal tersebut tidak mampu mematahkan
semangat team BF2B. Gol ketiga dan keempat team BF2B disumbang oleh
Lezano dan SantozAriego.
Setelah gol kelima dari team All Star
Indonesia, peluit akhir pun berbunyi. Team BF2B telah mampu menunjukan
sportifitas tinggi dan respect akan keputusan wasit ketika bertanding.
Akan tetapi, team All Star Futsal bertanding dengan penuh intrik dan
tipu muslihat.
Ini sesungguhnya bukan pertandingan serius
melainkan bentuk adegan realita Indonesia sekarang ini. Pertandingan
yang berakhir dengan skor tipis 5-4 untuk kemenangan team All Star
Futsal Indonesia ini hanya sebuah gambaran dari Bondan Prakoso &
Fade2Black dalam merefleksikan kenyataan bahwa di Indonesia masih ada
orang yang mempunyai jiwa adil dan semangat menjunjung tinggi perbedaan
demi persatuan di tengah hancurnya moral dan intelektual bangsa ini.
Mereka juga ingin memperlihatkan bahwa kemenangan angka bukan segalanya
apalagi jika diraih dengan usaha curang. Tapi jika kekalahan yang
didapat namun telah bertanding dengan jujur dan penuh rasa
hormat-menghormati adalah ABADI. Itulah kemenangan yang sesungguhnya.
Pertandingan
ini adalah salah satu rangkaian acara yang digelar dalam rangka
peluncuran album keempat Bondan Prakoso & Fade2Black pada hari Rabu,
27/6. Dengan acara yang bertajuk 'Respect Di Lapangan', Bondan &
Fade2Black berharap bahwa karya terbaru mereka ini tetap mampu
memberikan aura positif dan selalu memberikan semangat bagi semua
pendengarnya untuk selalu memiliki 'RESPECT' di setiap situasi dan
kondisi yang sedang mereka hadapi di lapangan, baik itu 'lapangan'
kerja, 'lapangan' musik atau olah raga dan 'lapangan' sosial lainnya
sehingga dapat terciptanya 'UNITY' (baca: persatuan) yang kokoh 'FOR
ALL' (baca: untuk semua). Hal ini sesuai dengan judul album terbaru
mereka sendiri yaitu 'Respect & Unity For All'.
Tetap Semangat dan Jadilah yang Tak Terkalahkan, IndonesiaKU!
#RUFA
Foto-foto pertandingan bisa dilihat DISINI (*available via PC/Desktop)

Prihatin adalah sikap Bondan Prakoso & Fade2black akan kondisi dan keadaan yang tidak sesuai dengan prilaku bangsa dan budaya ketimuran, baik pelaku maupun penikmat seni dan olahraga di Indonesia. Masih teringat buasnya para supporter sepak bola di lapangan dan perilaku negatif penonton konser musik di beberapa daerah akhir-akhir ini membuat Bondan Prakoso & Fade2black merasa perlu mengingatkan semua pihak akan pentingnya saling menghargai. Bersenggolan di lantai dansa konser musik serta papan skor yang tidak sesuai dengan harapan adalah hal yang wajar dan lumrah.
Karena perlu untuk mengingatkan kembali hal tersebut, dalam rangka launching album terbaru mereka yang ke-4 dengan judul album “RESPECT & UNITY FOR ALL”, Bondan Prakoso & Fade2Black mengajak kawan-kawan dari berbagai kalangan untuk datang dalam launching album terbaru mereka yang akan diadakan pada hari Rabu, 27 Juni 2012 di Pro Arena Futsal, Pondok Indah Jakarta.
Acara dengan nama “Respect Di Lapangan” yang akan direncanakan mulai pada pukul 15.00 siang ini akan banyak menampilkan hiburan dari Bondan Prakoso & Fade2Black. Agar tidak terlihat seperti launching-launching album seperti biasa dan standar seperti kebanyakan grup musik lainnya yang hanya sebuah konser musik saja, Bondan Prakoso & Fade2black sengaja memilih arena lapangan futsal sebagai tempat launching terbaru album mereka. Karena, selain perform sebagai puncak acara dengan membawakan lagu-lagu dari album terbaru mereka. Akan ada pertandingan persahabatan dari Bondan Prakoso & Fade2black VS All Star Futsal Indonesia, Games, peresmian official website www.bondanfade2black.com, serta penyerahan dana sumbangan dari para Rezpector seluruh Indonesia untuk Pak Raden. Seperti yang sudah diketahui bersama Rezpector (sebutan Fans Bondan Prakoso & Fade2black) beberapa bulan terakhir menggelar acara kebersamaan yang bernama “Ngamen untuk Pak Raden” di masing-masing kota dan daerah. Acara ini dilakukan atas inisiatif rezpector dan kepedulian mereka terhadap kasus yang menimpa Pak Raden. Dana yang terkumpul dari hasil ngamen Rezpector ini kemudian diserahkan kepada pihak Bondan Prakoso & Fade2black untuk nantinya akan diteruskan kepada Pak Raden.
Yang tidak kalah menarik tentu pertandingan persahabatan antara Bondan Prakoso & Fade2black melawan All Star Futsal Indonesia. Akan ada pesan-pesan penting dan menarik tentunya dari pertandingan yang akan berlangsung SEKALI dalam abad ini. Pertandingan ini sekaligus akan mengingatkan kepada penonton bahwa sebenarnya lapangan dan lantai dansa (mosh-pit) adalah sarana kreatifitas dan tempat bersenang-senang bersama. Bukan ajang baku hantam dan tempat menunjukan machoisme ke-preman-an seperti yang sedang terjadi akhir-akhir ini.
Sekedar mengingatkan, Pada bulan Januari kemarin Bondan Prakoso & Fade2Black melepas single pertama mereka yang berjudul “Tak Terkalahkan” yang diambil dari album terbaru mereka “Respect & Unity For All”. Lagu dengan genre dance yang sempat bertahan di papan atas chart radio-radio lokal Indonesia ini juga mempunyai satu garis warna yang sama dengan garis warna launching album baru mereka. Tentang nilai-nilai positif dalam olahraga pada khususnya dan tentu bisa juga tentang hal-hal lain pada umumnya. Sama seperti single-single mereka sebelumnya yang selalu menabrak arus industri musik Indonesia. Genre dance yang diusung bukanlah dance musik yang sedang berkembang di Indonesia seperti dancenya Boyband dan K-pop yang sedang digemari, tetapi lebih mengikuti ke industri musik dunia.
Sekarang, dengan berbarengan launching album terbaru mereka, Bondan Prakoso & Fade2Black sekaligus melepaskan single kedua mereka yang berjudul “Tak Sempurna”. Lagu balad cinta bertempo kalem ini diklaim mempunyai kekuatan yang hampir mendekati kesuksesan “Ya Sudahlah” yang sempat mengambil Triple Platinum pada tahun 2011 silam. Single ini juga kembali menunjukan kejeniusan seorang Bondan Prakoso dalam meramu komposisi musik yang empuk didengar di telinga tetapi tidak pasaran, serta ketajam lirik dari Fade2Black sebagai peracik kata-kata yang tidak lazim didengar pada sebuah lirik lagu-lagu cinta pada umumnya. Singkat kata, “Tak Sempurna” seperti sebuah lagu cinta yang terdengar tidak feminism.
Akhir kata, untuk sebuah launching album band skala nasional, Bondan Prakoso & Fade2Black jelas sangat berbeda dengan launching-launching album pada umumnya. Yang hanya sekedar showcase… jrang-jreng-jrang-jreng… kemudian pulang. Di sini, Bondan Prakoso & Fade2black banyak menawarkan hiburan dan edukasi yang dapat berjalan secara bersamaan pada sebuah konser musik. “each one teach one… son help son..” RESPECT!!!


JAKARTA - Sesaat, suara distorsi gitar listrik itu meraung-raung. Tapi kemudian Bondan Prakoso memberi tanda.
Tangannya diarahkan ke sekelompok pemusik berpakaian kemeja koko putih dan celana bermotif batik. Irama yang kontras pun seketika terdengar. Lagu berjudul "Ya Sudahlah" yang sempat di-medley dengan lagu lawas "Tak Ingin Sendiri" itu sengaja diaransemen ulang dengan balutan irama keroncong.
Namun tak hanya dengan Bondan dan Fade2Black irama keroncong diperdengarkan. Malam itu, Keroncong Tugu Cafrinho juga sempat berkolaborasi dengan beberapa pemusik lainnya. Mereka tampil dalam pertunjukan yang dinamai "Keroncong Ibukotaku Warisan Nusantara" di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Sabtu (16/6) malam.
Pementasan ini memang berupaya menghadirkan kolaborasi antarlintas genre dan generasi. Selain Bondan dan Fade2Black, ada penyanyi senior Koes Hendratmo, Ajul Jiung dan Zee Zee Shahab, Dimas Beck, Armonia Choir, Prasanti Andrini, sampai penyanyi seriosa asal Italia, Max Valerio. Kehadiran mereka sebagai upaya untuk menunjukkan sebenarnya musik keroncong dapat dinikmati semua kalangan, termasuk kalangan muda.
" Anak muda sering menganggap keroncong itu tua. Sebenarnya keroncong itu tidak selamanya kuno, keroncong itu berevolusi," kata Bondan. Barang kali alasan itulah yang menjadi dasar beberapa tahun lalu ia membuatkan sebuah lagu berjudul " Keroncong Protol". Dalam lagu yang juga diperdengarkannya pada pertunjukan itu, irama keroncong berbaur dengan irama musik yang kini lebih ngepop di telinga anak muda seperti rap.
Dengan iringan Keroncong Tugu Cafrinho, para penonton yang datang juga dibawa untuk dapat larut bernostagia menikmati lagu-lagu lawas. Terdengarlah tembang seperti "Rayuan Pulau Kelapa" atau "Bandar Jakarta" yang dibawakan dengan menampilkan kekayaan suara Armonia Choir dan juga kekhasan suara penyanyi seriosa Max Valerio.
Kadang kala sejumlah lagu lawas sengaja dinyanyikan dengan latar video yang menampilkan suasana Kota Jakarta tempo dulu. Suasana panggung dengan latar serupa itu juga hadir ketika Guido Quiko bersama penyanyi Keroncong Tugu Cafrinho lainnya membawakan lagu keroncong "Oud Batavia", "Keroncong Moresco", "Schoon Ver Van Jou", sampai lagu "Jali-Jali".
Lalu muncullah Ajul Jiung. Ciri suaranya dan gaya Ajul yang menyerupai penyanyi Benyamin Sueb menjadi terdengar unik ketika mewarnai ritme keroncong yang dimainkan. Dengan berjingkrakan Ajul tampil menyanyikan lagu "Sapu Lidi", kemudian "Sirih Kuning" ketika berduet dengan Zee Zee. Ada juga Dimas Beck yang didaulat untuk menyanyikan lagu lawas berjudul "Keroncong Pertemuan".
Pada kesempatan itu, bersama Harry Darsono yang melengkapi alunan keroncong dengan permainan pianonya, Koes Hendratmo menyanyikan lagu berjudul "Wanita", "Juwita Malam", dan "Sepasang Bola Mata".
Menariknya, masih dengan irama keroncong, dimunculkan juga sebuah lagu religi berjudul "Cahaya" yang dilantunkan Prasanti. Dia juga sempat berduet dengan Valerio membawakan tembang berjudul "Semusim".
Ekspos Kurang
Diakui Bondan, respons anak muda terhadap musik keroncong memang kurang. Hanya saja diamatinya keadaan itu lebih karena ekspos keroncong yang minim. Sedikitnya karya musik keroncong yang muncul sangat mempengaruhi minat. Tidak banyak musisi yang berupaya melestarikan dan membawanya ke level modern.
"Sebetulnya keroncong itu bisa seperti fenomena batik. Bisa dimodernkan," ujar Bondan. Guido Quiko dari Keroncong Tugu Cafrinho menyebutkan sebetulnya masih banyak pihak yang merespons positif musik keroncong. Tapi memang ekspos musik keroncong dirasakannya masih kurang. Karena itu dia berharap peran pemerintah untuk persoalan itu.
Sasmiyarsi Katoppo, ketua pelaksana pementasan yang diprakarsai Yayasan Retno Dumilah dan Santos Productions itu menyebutkan "Keroncong Ibukotaku" memang dimunculkan untuk menjadi semacam penyegaran dalam musik keroncong dan buat lintas generasi.
"Remaja mana senang keroncong. Maka itu harus ada sesuatu yang inovatif," katanya. Pementasan ini dikatakannya hanya permulaan, sebagai awal sebelum merealisasikan rencana mengadakan lomba karya cipta remaja yang juga berhubungan dengan music keroncong.
Sumber: SHNEWS.CO
bondanfade2black.com - Dengan banyaknya rumor yang beredar di dunia maya, baik komentar-komentar ataupun pertanyaan di jejaring sosial Bondan & Fade2Black seputar lagu berjudul "Narkoba" dan "Wiro Sableng" yang disebutkan bahwa lagu tersebut ciptaan mereka, memicu pergunjingan di kalangan Rezpector. Bahkan, issue ini pun tak kerap ditanyakan langsung oleh banyak Rezpector kepada setiap personil Bondan & Fade2Black disela-sela kumpul-kumpul kecil mereka di hampir setiap perjumpaan di kota-kota tempat mereka show.
Keberadaan lagu-lagu itu ditampik langsung oleh mereka. "Kita tidak pernah membuat atau menciptakan lagu yang berjudul Narkoba atau Wiro Sableng. Lagu tersebut bukan milik kita!" ujar Titz Gomez, rapper yang juga sekaligus admin jejaring sosial Facebook Bondan & Fade2Black.
Kedua lagu yang banyak beredar di internet tersebut diunggah oleh seseorang dengan menuliskan Bondan Prakoso & Fade2Black sebagai penciptanya.Lagu "Narkoba" yang berdurasi 5 menit 21 detik dan lagu "Wiro Sableng" 3 menit 7 detik itu marak diperbincangkan oleh banyak Rezpector yang ingin tahu dan bahkan meminta mereka membawakannya di setiap show.
Anggapan bahwa kedua lagu tersebut adalah miliki Bondan Prakoso & Fade2Black masih menjadi pergunjingan. "Kita nggak tahu itu lagu siapa. Kita juga nggak pernah kepikiran untuk nyiptain lagu dengan tema kaya itu. Lagipula, kalau memang iya kita membuatnya, kita nggak bakal kasih judul seperti itu! bok yang lebih elegan dan pintar sesuai dengan karya-karya kita sebelumnya" tambah Lezano dengan tawa ringan.
Setelah mengkonfirmasi beberapa pihak, bondanfade2black.com mendapatkan info lanjutan mengenai fakta dibalik kedua lagu tersebut:
Judul: Wiro Sableng
Vocal: Harry O. G. featuring Eric M. C. W. A. X.
Cipt : Agus H. J. & J. J. Jonathan
Judul: Narkoba
Vocal: Kreepek (Rap Manado)
Cipt : Kreepek (Rap Manado)
Bagi yang ingin tahu diskografi lengkap album-album dan lagu-lagu Bondan Prakoso & Fade2Black bisa cek DISINI.

Konser
ini menceritakan kisah awal mula lahirnya kota Jakarta melalui lagu,
narasi, serta visual multimedia yang modern. Musik keroncong sudah ada
sejak jaman sebelum datangnya bangsa-bangsa Eropa ke Nusantara.
Keroncong hadir sejak Jakarta masih bernama Sunda Kelapa di abad 13-15,
kemudian diberi nama Jayakarta oleh Fatahillah pada 1527, lalu berganti
menjadi Batavia pada 1617 atas gagasan Gubernur Jendral VOC, Jan Pieter
Zoon Coen hingga datang masa proklamasi kemerdekaan, dan muncul nama
Jakarta hingga kini.
Menghadirkan kolaborasi 2 band lintas genre
dan generasi: Keroncong Tugu dan Bondan Prakoso & Fade 2 Black,
bersama dengan beberapa artis lainnya seperti Koes Hendratmo, Ajul
Jiung, Zee Zee Shahab, Max Valerio, Prasanti Andrini, Dimas Beck,
Armonia Choir. Atas dasar kecintaan mereka pada musik keroncong, mereka
memberikan kontribusinya untuk mengangkat kembali citra pada musik
Keroncong yang merupakan musik asli Indonesia dan berkembang di Jakarta
sejak era Sunda Kelapa hingga Abad 21.
Konser ini merupakan
salah satu persembahan terbaik para artis tersebut untuk Jakarta
tercinta di hari ulang tahunnya. Di sepanjang kariernya, Keroncong Tugu
dan Bondan Prakoso & Fade2Black berupaya menyajikan musikalitas
yang apik dan unik, dengan harapan mampu meningkatkan kualitas dan
melestarikan musik Keroncong bagi para musisi muda saat ini. Anda akan
dibuat terkesima disaat Bondan Prakoso & Fade 2 Black mengaransemen
ulang salah satu hits mereka “ Ya Sudahlah ” dalam versi Keroncong
yang akan diiringi oleh Keroncong Tugu.

Sebagai reaksi single perdana yang di-release di awal taun 2012 ini, "Tak Terkalahkan", yang berhasil menduduki tangga lagu selama berminggu-minggu di radio-radio lokal di Indonesia, saat ini Bondan Prakoso & Fade2Black telah menyiapkan hidangan extra untuk telinga-telinga yang haus akan "sound-sound" monoton industri musik Indonesia saat ini.
Dengan tajuk album "RESPECT & UNITY FOR ALL", album terbaru ini telah dilepaskan sebagai album ke-4 dari Bondan Prakoso & Fade2black dengan isi materi yang sederhana tetapi sangat rumit dalam pengerjaan setiap detail musik- dan nadanya, kemudian dikawinkan dengan lirik-lirik keseharian umum namun tajam seperti belati. Mereka mengerjakan dengan penuh dedikasi dan curahan intelektual yang memang tidak bisa diukur secara kasat mata saja.
APA AJA SIH YANG BEDA KALI INI? Kali ini mereka menyuguhkan album ke-4 ini berbeda dari album yang sebelum-sebelumnya. Selain dari karya-karya yang pasti selalu fresh dan berbeda, kali ini mereka melepas album ini dengan sistem pre-order yang tentunya lebih dikhususkan bagi Rezpector (baca: sebutan untuk para pecinta karya mereka). CD album terbaru mereka ini dikemas dengan tampilan sampul cover hologram ditambah tanda tangan langsung semua personil dan PIN resmi dgn logo baru mereka di dalamnya. Dengan edisi terbatas yang dibandrol dengan harga Rp. 50.000, CD pre-order terbaru mereka ini tidak dijual pasaran di toko-toko kaset atau CD. Diakhir penutupan pemesanannya, CD Pre-Order ini telah berhasil dipesan sebanyak 1200 keping hanya dalam waktu sebulan. Sungguh pencapaian yang luar biasa di tengah maraknya pembajakan dan sulitnya ekonomi di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa karya mereka memang memiliki peminat sejati di hati masing-masing penggemarnya.
Album yang berisikan 10 lagu ini diharapkan dapat semakin menambah keragaman musik di Indonesia khususnya dan mampu mempertahankan eksistensi sebuah karya album masterpiece, apalagi ditengah minimnya musisi-musisi atau perusahaan rekaman yang menulurkan album belakangan ini.
Daftar lagu album "Respect & Untiy For All" bisa dilihat DISINI
Maju Terus Musik Indonesia, RESPECT & UNITY FOR ALL!

bondanfade2black.com - Bondan Prakoso & Fade2Black is back with their new single, Tak Terkalahkan!
Selalu, dan seperti yang sudah-sudah, Bondan Prakoso & Fade2Black membawa warna musik yang segar dan selalu membawa perubahan-perubahan di setiap musik mereka.
Pada single Tak Terkalahkan ini, Bondan Prakoso & Fade2Black mengusung warna musik bertempo up-beat. Yang membuat kita yang mendengar menjadi bersemangat dan termotivasi. Saat ini dunia musik lokal maupun internasional tengah menggandrungi musik dance, sebut saja Katy Perry, Pit Bull, SnoopDog, Usher dan banyak lagi. Bondan Prakoso & Fade2Black pun melihat ini sebagai celah di mana mereka mengikuti arus untuk selaras dengan fenoma ini.
"Tapi sekarang saya berusaha ikut arus dulu deh, kan ngga ada salahnya juga. Asyik juga sih ternyata, karena kita kan belum pernah punya music dance. Dan ini juga memang salah satu obsesi saya dari dulu, karena saya lihat, dance punya energi yang luar biasa, asal pinter-pinter menggabungkan dengan liriknya," ujar Bondan Prakoso yang juga sekaligus produsernya.
Single ini pun memang mempunyai makna dan pesan bahwa kita tidak boleh gampang menyerah dalam menghadapi hidup. Tak selamanya kita bahagia, namun tak selamanya juga kita berduka. Yang terpenting, tetap berjuang dan semangat.
Tak Terkalahkan ini telah berhasil diputar secara serentak di 200 radio se-Indonesia pada 13 Januari 2012. Single ini juga sempat dijadikan theme song untuk sebuah acara tournament badminton internasional, Thomas & uber Cup 2012 oleh MNC TV.
Bagi yg belum sempat dengar single terbaru Bondan Prakoso & Fade2Black, 'Tak Terkalahkan', Ring Back Tone (RBT)-nya sudah bisa diunduh dengan kode sesuai provider berikut:
“TAK TERKALAHKAN”:
TELKOMSEL / FLEXI/3 Ketik: BONAF kirim ke 1212
INDOSAT Ketik: SET BONAF kirim ke 808
XL RBT Ketik: BONAF kirim ke 1818
ESIA Ketik: BONAF kirim ke 88817
Bondan Prakoso & Fade2Black memang "Tak Terkalahkan"!

Senin, 21 Mei 2012. Diikuti oleh kawan-kawan Rezpector di hampir seluruh indonesia, acara yang dinamakan "Ngamen Bersama Untuk Pak Raden" ini berlangsung secara serentak di kota masing-masing. Kawan-kawan dari masing-masing Korwil Rezpector mengumpulkan dana hasil mengamen mereka yang kemudian dikumpulkan di Rezpector Pusat. Kemudian dana tersebut akan disumbangkan kepada Pak Raden sebagai bentuk kepedulian kawan-kawan atas kasus hak cipta yang menimpa Pak Raden.
Seperti yang pernah dilansir, Pak Raden mengeluh karena karakter Si Unyil, yang diciptanya, tak menghasilkan royalti sedikit pun untuknya. Pada 14 Desember 1995, ia membuat kesepakatan penyerahan hak cipta atas nama Suyadi kepada Perusahaan Umum Produksi Film Negara (PPFN). Pada Pasal 7 surat perjanjian tertulis itu, kesepakatan kedua belah pihak berlaku selama lima tahun terhitung sejak ditandatanganinya perjanjian tersebut. Akan tetapi, PPFN menganggap bahwa perjanjian penyerahan hak cipta tersebut tetap pada PPFN untuk selamanya. Situasi inilah yang membuat Pak Raden "mengamen" untuk menyambung hidup beliau di hari tuanya sekarang.
Melihat kondisi tersebut, tercetus ide dari teman-teman Rezpector untuk mengadakan kegiatan penggalangan dana ini. Ada banyak cara yang dilakukan oleh masing - masing korwil. Salah satu yang berbeda yang dilakukan oleh rezpector Jombang. Mereka tetap mengumpulkan dana kepedulian untuk pak Raden dari dompet masing-masing seikhlasnya, tetapi tidak dengan cara mengamen dikarenakan kota jombang sendiri mempunyai masalah yang pelik dengan pengamen dan pengemis. Selain itu mereka juga tidak ingin Rezpector dicap sebagai pengamen dan pengemis oleh masyarakat luas.
Diluar itu semua, apapun yang dilakukan oleh korwil - korwil rezpector sangat membanggakan karena kawan-kawan diluar sana masih banyak yang peduli dengan Pak Raden. Kebersamaan dan kepedulian lah yang sebenarnya inti dari acara "ngamen bersama untuk pak raden", bukan cara nya... Tapi niat nya! Salute untuk Rezpector!

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh Pak Raden dalam serial Si Unyil yang diperankan Drs. Suyadi tak menyangka acara sederhana untuk menggalang dengan menjual kaos dan karyanya mendapat sambutan luas masyarakat.
Pak Raden yang kini sakit-sakitan dan kesulitan ekonomi, juga berjuang mendapatkan hak cipta Si Unyil yang lepas darinya lebih dari 10 tahun lalu. Tak hanya artis cilik Amel Carla yang datang ke rumahnya di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (14/4/2012) malam.
Setelah beberapa menit Amel pamit dan meninggalkan kediaman Suyadi, Bondan Prakoso bersama tandem band-nya, Fade2Black, datang. Bondan mengira bahwa tokoh Pak Raden yang pernah menjadi tontonannya sewaktu kecil itu akan benar-benar mengamen. Setelah diberi penjelasan dari panitia, Bondan baru memahaminya.
Bondan pun langsung menawarkan diri untuk mempersembahkan dua lagunya, "Ya Sudahlah" dan hits terbarunya "Tetap Semangat" kepada Suyadi.
Bermodal sebuah gitar, Bondan memulai membawakan lagu tersebut.
Rupanya, bait demi bait yang dinyanyikan Bondan dan personel Fade2Black itu kembali membuat Suyadi terenyuh.
"Pak Raden, semoga lagu tadi bisa membuat Bapak tidak mudah menyerah. Karena yang benar akan menang dan yang salah pasti akan lenyap," ucap pelantun "Si Lumba Lumba" itu.
Suyadi tak percaya bahwa Bondan mengatakan kalimat seperti itu. "Kok anak muda bisa ngomong seperti itu. Saya bingung, saya jadi trenyuh. Kok cucu-cucu saya ini pada luar biasa semua," ucap Suyadi.
"Saya sudah tua pak, anak saya sudah 15 anak," timpal Bondan dan membuat Suyadi tertawa terpingkal-pingkal.
Bondan bercerita kepada Suyadi, bahwa dirinya sewaktu masih duduk di Sekolah Dasar, menjadi pecinta serial film "Si Unyil".
"Saya sudah nonton Si Unyil sejak usia empat tahun. Jadi, setiap minggu, ketika saya main pukul 7 pagi, ada teman yang teriak, eh unyil dah mulai nih. Lalu, saya ingat tokoh-tokohnya yang main pakai make-up cemong-cemong," ungkap Bondan.
Bondan mengaku kagum dengan sosok Suyadi. Ia mengakui perjuangan hidup Suyadi ini bisa menginspirasi dirinya dalam membuat lagu.
"Sebenarnya kami baru merilis tentang bagaimana memotivasi tentang perjuangan. Kami kira Pak Raden tokoh yang tak terkalahkan di jaman, sehingga sejak dulu dia bisa fight dengan karyanya, dengan cerita dan bonekanya," tuturnya.
Sumber: www.tribunnews.com

Setelah Superman is Dead dan Pee Wee Gaskins, kini giliran Bondan Prakoso & Fade2Black yang memasuki ranah Billboard Uncharted.
Bondan Prakoso & Fade2Black menempati posisi 44 ketika pertama kali masuk ke tangga lagu ini, tapi pada minggu kedua posisi mereka naik 13 peringkat ke 31, tepat di atas komposer terkenal asal Prancis, Yann Tiersen. Sedangkan Superman is Dead dan Pee Wee Gaskins kini bertengger di posisi 36 dan 44.
Billboard Uncharted sendiri adalah daftar urutan yang dipersembahkan oleh Billboard untuk musisi yang baru muncul atau sedang berkembang di negara atau regional masing-masing. Mereka adalah seniman yang menancapkan prestasi mereka dengan cara lain selain dari penjualan mainstream - mereka membangun fanbase dengan berbagi musik mereka melalui media sosial dan media online lainnya, dan mengumpulkan fans yang akan membantu mendorong karir mereka ke tingkat berikutnya . Para musisi yang masuk peringkat ini ditentukan oleh Heat Score - formula yang menggabungkan streaming mingguan, tampilan halaman dan penggemar menurut MySpace Music serta sumber dilacak oleh aggregator secara online Next Big Sound, termasuk YouTube, Facebook, Twitter, Last.fm dan lainnya.
Hingga berita ini diturunkan (21/5), Bondan Prakoso & Fade2Black bertahan diminggunya yang ke-49 di urutan 25. Prestasi tertinggi yang telah diraih mereka di tangga lagu tersebut adalah pada posisi 17. Bravo Indonesia!
Urutan posisi Billboard Uncharted bisa dilihat Disini.